NPWP bagi Wanita yang sudah menikah
Salam.
Tulisan
saya yang kedua adalah tentang hal yang menurut saya si a bit useful, just
experienced it.
So,
meskipun saya sudah dipotong pajak pendapatan selama sepuluh tahun lebih
bekerja, saya toh nyatanya belum punya kartu NPWP. Kartu cantik yang merupakan
bukti bahwa kita taat bayar pajak selain pajak kendaraan bermotor dan pajak
bumi dan bangunan yang setiap tahun itu, belum bocan di dompet saya yang isinya
penuh dengan kartu, ada kartu ATM, kartu Tanda Penduduk, kartu mahasiswa, kartu
keanggotaan toko ini dan itu, dan kartu lainnya, kecuali kartu keluarga…bukan
karena saya tidak punya, tapi karena kartu tersebut tidak muat di dompet, muat
si kalau dipaksa, ditekuk 10x.. wew! Please add that to your don’ts.
Saya mendaftarkan diri sebagai
wajib pajak pribadi karena saya pikir lebih oke kalau memiliki nomor NPWP
sendiri
saya
kemudian mengisi formulir ini itu, konfirmasi via e-mail dan lain-lain, sampai
akhirnya saya mendapat pemberitahuan lewat surat elektronik bahwa pengajuan
pajak pribadi saya ditolak. Agak kaget juga melihat e-mail penolakan ini….saya
langsung teringat masa saya muda, jaman ada tolak tolakan seperti itu..tapi
kemudian saya took it easy, yah mungkin memang belum jodoh.. LoL..
kemudian saya
teringat lagi, saya sudah pernah membaca di beberapa artikel bahwa untuk wanita
yang sudah menikah maka dia bisa memilih salah satu dari 3 opsi: anda bisa
mencetak langsung NPWP anda mengikuti suami dengan persyaratan:
1.
Foto kopi
NPWP suami
2.
Isi formulir
pendaftaran di kantor Pajak.
Jadi ya di kala saya sedang punya
waktu longgar (lebih looonggaarrr dari biasanya), saya kunjungi Kantor Pajak
yang begitu semarak dengan baliho Amnesty Pajak. Agak dag dig dug melihat sudah
buanyak mobil parkir yang artinya saya mungkin harus mengantri lama. Ternyata
saya lebay, begitu masuk ke dalam kantor yang baru pernah saya kunjungi selama
saya hidup ini, banyak petugas sudah bersiap melayani dan belum banyak orang
antri juga (jadi itu mobil-mobil pada parkir di depan kantor punya siapa ?
jangan-jangan saya salah masuk ke kantor rental mobil….ih, ga lucu !).
saya langsung tut ambil nomor antrian, nomor 2, dan ditegur satpam karena
seharusnya saya konsul dulu dengan beliau, tapi mau gimana lagi, I could’t help
it, I felt so awesome being there… Jika anda datang pagi, biasanya tidak perlu
mengantri. Pengalaman saya, hanya berbekal NPWP asli dan foto kopi NPWP suami,
setelah mengisi formulir, 5 menit kemudian kartu NPWP saya sudah di tangan.. dengan penampakan yang lebih cantik dari milik
suami pastinya, karena punya saya baru.